|
Johanes Njoto “Hanya dekat Allah saja aku tenang,” dalam Mazmur 62 ini terdapat rahasia hidup tenang. Kata tenang dalam teks aslinya “dumah.” Kata ini dapat diterjemahkan silent (tenang), ibarat lautan yang tidak bergelombang. Namun ketenangan disini bukanlah berarti hidup tanpa masalah. Dalam pasal ini justru ditunjukkan bahwa pemazmur sedang berada dalam pergumulan. Ia sedang berada dalam ancaman. Ditengah-tengah pergumulan, pemazmur tetap menjaga jiwanya teduh/tenang. Sebagai anak Tuhan kita harus memiliki suasana jiwa seperti ini, sebab yang dikehendaki orang pada umumnya hidup tanpa masalah. Sedangkan selama manusia masih hidup di bumi ini, tidak akan pernah lepas dari persoalan dan masalah. Pada saat persoalan dan masalah datang silih berganti, kita harus tetap memiliki keteguhan hati dan tidak menjadi terpengaruh dengan kondisi yang ada sehingga kita tidak sampai kehilangan semangat dan menjadi putus ada. Suasana jiwa yang tidak terpengaruh terhadap kondisi hidup disekitarnya menunjukkan kedewasaan rohani seseorang. Mari kita semua melalui mazmur ini, kita diingatkan kembali untuk membangun keintiman dengan Tuhan. Sebab keintiman inilah yang akan membangun keyakinan kita terhadap Tuhan yang hidup dan nyata dalam setiap aspek dan langkah kehidupan kita. Menjadikan Tuhan sebagai tumpuan dan pengharapan satu-satunya. Dalam setiap tantangan yang ada, biarlah kita boleh tetap menatap ke depan bahwa ada suatu pengharapan di dalam Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti membuka jalan atas setiap pergumulan kita. Sehingga kita tetap fokus untuk mengikut Tuhan dan melayaniNya dengan segenap hati kita. Apapun yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita saat ini, kita boleh memberikan yang terbaik dan membiarkan setiap talenta dan kemampuan yang kita miliki dipakai oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain dan menyatakan kemuliaan nama Tuhan.
|
|
|
Johanes Njoto Dalam sebuah bulletin, Billy Graham pernah menuliskan: To receive Christ costs nothing; To follow Christ costs something; To serve Christ costs everything. Suatu pernyataan yang luar biasa dari seseorang yang pernah diminta untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika. Pada saat itu, Billy Graham memberikan jawaban yang begitu indah, ia berkata bahwa jika ia menjadi Presiden beberapa tahun kemudian ia akan dipensiunkan, namun jika ia menjadi Hamba Tuhan, ia akan tetap melayani seumur hidup. Pernyataan Billy Graham di atas menunjukkan suatu kesadaran bahwa pangilannya menjadi hamba Tuhan adalah panggilan yang agung, panggilan yang istimewa, lebih dari pada hanya sekedar menjadi seorang Presiden Amerika. Kehidupan pelayanan Rasul Paulus juga merupakan gambaran yang luarbiasa untuk kita teladani. Dalam setiap pergumulan dan tantangan yang ada, ia tetap memenuhi setiap panggilan Tuhan, bahkan ia rela untuk menderita demi Injil Kristus dan memenangkan banyak jiwa untuk menerima keselamatan yang dari Tuhan. Paulus katakan dalam suratnya di Filipi, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Panggilan menjadi utusan Kristus andalah panggilan yang istimewa. Karena panggilan ini bukan karena manusia, dan juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Panggilan ini adalah panggilan untuk menjadi utusan-utusan, menjadi duta besar dari Raja di atas segala raja. Menjadi duta besar dari Kerajaan Allah untuk menyampaikan berita anugerah, keselamatan oleh kasih karunia di dalam Yesus Kristus kepada dunia yang terhilang. Mari saudaraku, kita memenuhi setiap panggilan Tuhan dan bertekun didalamnya. Hidup untuk melayani Tuhan dan mengembangkan pelayanan yang Tuhan percayakan untuk kita. Dalam setiap keadaan dan tantangan yang ada, dengan keyakinan penuh kita mengatakan, “Ini aku, utuslah aku!” Selamat melayani dan berkarya di ladang Tuhan! |
|
Johanes Njoto Ada janji Tuhan yang luarbiasa yang terdapat dalam Mazmur 121. "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya." Suatu janji yang luar biasa bagi anak-anak Tuhan yang senantiasa percaya dan berharap kepada Tuhan. Ditengah-tengah kondisi dan situasi dunia yang tidak menentu, berita perang, krisis ekonomi, gejolak politik, bencana alam, dan berita-berita lain yang membuat kita semakin hari menjadi orang yang cepat menjadi kuatir dan gelisah. Begitu banyak derita, tantangan dan bahaya mengancam kehidupan. Tetapi Tuhan Yesus Kristus adalah Penolong yang setia, menjaga dan memelihara kehidupan kita sebagai anak-anak-Nya. Ada berita anugerah bahwa Dia adalah Allah yang setia terhadap perjanjian kasih karunia-Nya kepada umat-Nya. Pemeliharaan dan penyertaan itu membangkitkan iman, kasih dan pengharapan kita di tengah penderitaan. Saudara, Kita adalah umat yang dikasihiNya. Kita bersyukur kepada Tuhan Allah, oleh karena kesetiaan-Nya kepada ikatan perjanjian-Nya, kita diberikan kesempatan untuk menerima dan menikmati berkat-berkatNya yang selalu tercurah melimpah untuk kita. Dia yang akan melanjutkan pemeliharaanNya atas kehidupan setiap umat Tuhan dan gereja-Nya. Mari kita bersama berjanji dihadapan Tuhan, biarlah apa yang kita pikirkan, apa yang ada dalam hati kita, dan apapun yang kita lakukan, semuanya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin! |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 1 of 8 |