|
Ferry Stefanus Syalom! Perkenalkan nama saya Ferry Stefanus dan saat ini sedang melayani di IFGF GISI Arkansas. Saya bersukur ditengah kesibukan saya didalam pekerjaan dan pelayanan saya di gereja, saya masih diberi kesempatan untuk memperdalam dan menambah wawasan kehidupan kerohanian saya melalui program HIC Online ini. Semuanya saya terima sebagai suatu anugerah yang besar dari Tuhan Yesus. Memang berat dan harus pandai membagi waktu, mengingat saya harus membagi waktu untuk bekerja, keluarga dan waktu untuk belajar. Tapi saya percaya kalau Tuhan Yesus sudah membuka jalan bagi kita, maka Dialah yang akan menuntun kita berjalan dan memberikan kekuatan serta penghiburan melalui Roh Kudus. |
|
Read more...
|
|
|
Andrianto Ratmatharun
Shalom, Perkenalkan nama saya A. Rahmatharun, keluarga dengan 5 orang anak dimana satu orang anak saya sudah dipanggil Tuhan pada saat dilahirkan kurang lebih 29 tahun yang lalu. Saat ini saya hidup dengan istri dan 4 orang anak saya yang sangat diberkati oleh Tuhan dikota Surabaya. Saya terlibat dalam pelayanan di GSJA Eben Haezer - Surabaya. Sudah sejak lama saya ingin belajar Alkitab lebih dalam tapi karena kesibukan dalam pekerjaan hal tersebut tidak pernah dapat saya lakukan. Tahun lalu saya mendengar dari teman saya di kota Semarang bahwa dia sekolah Alkitab di Harvest Internasional dan dia sangat diberkati dengan pelajaran yang dia terima. Pada saat saya buka internet saya melihat ada pelajaran alkitab HIC Online dan saya mencoba untuk mendaftar disitu. Puji Tuhan akhirnya saya berhasil menjadi mahasiswa di HIC Online Korea. |
|
Read more...
|
|
Fendy Yong
Syalom! Perkenalkan nama saya Fendy. Saat ini saya sedang bekerja di Korea. Saya sangat senang bisa mengikuti program HIC Online ini. Banyak hal yang saya dapatkan yang membawa perubahan dalam karakter, cara berpikir dan bertidak dalam kehidupan saya.
Saya berasal dari Medan dan sejak kecil kehidupan saya sangat keras yang membuat saya menjadi anak yang nakal,suka berantem dan suka cari masalah dengan orang lain. Sampai suatu kali saya hampir tidak naik kelas. Puji Tuhan! Pada saat itu saya diajak oleh teman saya untuk menghadiri suatu KKR, dan disitu saya mulai dijamah dan mengenal Tuhan. Setelah itu saya memutuskan untuk dibaptis. Tetapi kehidupan saya menjadi orang Kristen tidak berakar dan tidak kuat sehingga membuat saya mudah untuk jatuh. Sampai suatu kali saya pergi ke Korea untuk bekerja.
Di Korea saya benar benar mengalami apa yang disebut perubahan. Kehidupan dan pekerjaan di Korea yang sangat dinamis dengan budaya yang asing, pergaulan yang bebas, dan tuntutan kehidupan yang keras membuat saya menyadari bahwa saya membutuhkan Tuhan. Tiap Minggu Saya beribadah di gereja dengan sungguh-sungguh dan saya mengalami pertumbuhan untuk menjadi seorang Kristen yang kuat dan menjadi berkat buat orang lain. Sampai saya tahu bahwa saya mempunyai panggilan untuk melayani Tuhan lebih lagi. Saya memutuskan untuk mempelajari firman Tuhan dan memperlengkapi pengetahuan saya akan firman Tuhan melalui program HIC Online ini. Program ini benar-benar luar biasa dan membuka semua pikiran saya tentang pemahaman Alkitab.
Saat ini saya dipercayakan untuk mengajar dan menjadi pendoa syafaat. Sungguh suatu kasih karunia yang luar biasa yang Tuhan berikan dalam kehidupan saya. Saya belajar untuk melangkah dalam rencana Tuhan dan menyalakan tombol iman untuk mujizat dan pekerjaan Tuhan terjadi lebih lagi dalam hidup saya (Pengajaran ini saya dapatkan dari pelajaran “Kehidupan Supernatural” yang dibawakan oleh Dr. A.L. Gill)
Saya berdoa agar kita semua diperlengkapi dan diberkati melalui program HIC Online ini dan hidup kita dapat menjadi kesaksian untuk orang-orang yang ada disekitar kita.
Tuhan memberkati!
|
|
Serafinus Kurniawan O.W.
Syalom rekan-rekan.
Selama masa kontrak kerja saya di korea, kesibukan kerja memang menjadi hal utama yg membuat kita merasa lelah dan capek sehingga saat libur hari minggu pun malas untuk ke gereja. Hal ini sempat saya alami saat 5 bulan pertama kedatangan saya di Korea. Tapi setelah saya memutuskan untuk pergi ke gereja pada hari Minggu, hati saya seperti di perbaharui. Di gereja saya mengalami keadaan seperti keluarga sendiri, teman-teman yg banyak dan ramah. Ini semua membuat saya semakin rindu pergi ke gereja dan selama berjelang waktu TUHAN pulihkan hidup saya. Satu demi satu IA pulihkan dan saya menjadi semakin kuat dan sungguh-sungguh ingin mengenal TUHAN lebih lagi. Baptis dan melayani di gereja menjadi salah satu titik balik kehidupan saya.
Mulai saat itu kerinduan saya akan firman TUHAN semakin bergelora dan mengebu-gebu. Selain kelas-kelas pertumbuhan dasar iman kekristenan yg saya ikuti di gereja, saya juga mendapat tawaran untuk kuliah secara online. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Saya langsung mendaftar dan mengikuti Program HIC (Harvest International Curriculum] ini yaitu sekolah aklitab online dalam dua bahasa (Indonesia-English) dan program ini satu-satunya yg ada di Korea.
Pada saat saya mengikuti HIC, saya mendapatkan pelajaran–pelajaran yg membuat saya semakin ingin mengenal TUHAN dan bertumbuh dalam iman kekristenan saya. sistem kuliah yg flesibel dan dapat diikuti dimana waktu luang saya ada. Ini merupakan salah satu sistem kuliah yg hebat. saya pun bisa mengatur waktu dalam mengikuti pelajaran demi pelajaran.
Selama masa belajar dalam HIC ini, banyak hal yg saya dapatkan dan saya pelajari termasuk dalam sesi “Kelompok Sel” ini adalah salah satu pelajaran yg saya kagumi. Dalam sesi ini, kita diajarkan untuk saling berbagi dan bertumbuh secara bersama dalam kelompok-kelompok kecil. Pelajaran ini sangat memberkati saya karena status saya yg berkerja di Korea dan tinggal sendiri di rumah tanpa ada teman. Setelah saya belajar sesi ini, saya mengerti dan sadar bahwa keberadaan dan kesendirian saya bukan suatu hal untuk di ratapi, namun saya harus keluar “think outside of the box” yaitu mencari kelompok untuk membagikan apa yg saya dapatkan melalui program HIC firman TUHAN kepada mereka yg belum mengenal TUHAN dan saling share mengenai pengalaman hidup satu sama lain.sesi ini benar-benar membuka pikiran saya. Akhirnya saya bisa mewujudkannya dan sekarang saya sedang memimpin satu cellgroup dan sedang dalam masa pertumbuhan. Saya berdoa biar apa yg saya dapatkan ini bisa menjadi berkat bagi orang lain diluar sana. Bertumbuh dalam kelompok-kelompok sel itu penting,karena ini akan membangun iman dan kepercayaan kita akan YESUS KRISTUS.
Untuk itu saya hanya berharap,rekan-rekan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yg ada.ambil selagi kita masih mampu mengusahakannya dan kita akan mampu meraih suatu berkat di balik kesempatan itu. Semoga apa yg saya tuliskan ini bisa menjadi kekuatan dan berkat bagi sesama.amien. God bless you all!
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |