Artikel
10 Langkah Menerapkan Pengetahuan ke dalam Tindakan E-mail

Unknown Author

Anda mungkin tahu banyak hal, tapi sulit mewujudkannya. Bagaimana cara mengatasi hal ini? Berikut ini langkah-langkah praktis menerapkan pengetahuan ke dalam tindakan.
1. Seleksi informasi yang berguna.
Pada era informasi ini, setiap saat kita dibombardir berbagai informasi dari yang penting higga sampah. Dari buku, Koran, majalah, internet, seminar, dsb. Pilihlah informasi seperlunya. Pilih yang berkaitan langsung dengan rencana Anda saja.
2. Saring info baru melalui pola pikir positif.
Dengarkan informasi baru dengan sikap belajar dan harapan yang positif, tanpa prasangka dan praduga. Siapkan pena di tangan dan catatlah hal-hal yang dapat dicetuskan dalam imajinasi Anda. Sikapi dengan menyanyakan cara menggunakan informasi yang didapat. System penyaringan positif akan membangkitkan kreativitas, kecerdikan, dan panjang akal. Kita akan mampu menciptakan peluang-peluang melebihi mimpi-mimpi kita.
3. Berpikir lampu hijau.
Mengubah pola piker tertutup dan negative menjadi pola pikir terbuka dan positif perlu komitmen dan strategi khusus untuk terus-menerus memperkuat pola pikir yang baru. Caranya dengan berpikir lampu hijau, yaitu secara aktif mencari hal-hal baik dan katakana pada diri sendiri: “Aku tahu ada sesuatu yang berguna dari apa yang sedang kubaca atau dengar; apakah itu?”
4. Ulangi yang Anda ketahui.
Kita hanya sanggup mengingat sedikit dari yang kita baca dan dengar hanya sekali. Mengulang apa yang And aketahui lebih berguna ketimbang mengetahui terlalu banyak. Belajarlah lebih sedikit tapi lebih sering.
5. Urai kemacetan mental dengan berpikir tentang peluang.
Jadilah pendengar peluang, peserta peluang, dan pemikir peluang. Para pemikir peluang dapat melakukan hal-hal yang mustahil. Roger Bannister memecahkan rekor four-minute mile, sebuah lomba lari menempuh jarak 1 mil dalam tempo 4 menit pada 6 Mei 1954. Penyanyi kandang ayam Kevin Skinner berhasil menjuarai America’s Got Talent. Begitu pula dengan Aris sang pengamen yang memenangi Indonesia Idol.
6. Buat rencana tindak lanjut.
Untuk bisa mengubah perilaku dan memperoleh hasil yang Anda inginkan, Anda butuh struktur, dukungan dan akuntabilitas. Struktur berarti Anda secara teratur bertemu dengan seorang pembimbing, kelompok pendukung atau sarana lainnya yang dapat membantu Anda berperilaku sesuai niat baik anda.
7. Praktikkan dengan benar.
Ini merupakan tantangan terberat. Orang yang sukses berhasrat untuk belajar dan punya rencana tindak lanjut untuk belajar. Miliki rencana untuk menerapkan pengetahuan baru Anda ke dalam praktik sesegera mungkin. Jika tidak, Anda akan kembali pada kebiasaan lama. Tidak kalah pentingnya adalah, ketika Anda mempraktikkan sesuatu, lakukan dengan benar. Seperti ungkapan, latihan tidak menjadikan sesuatu sempurna. Latihan yang sempurnalah yang menjadikan sesuatu sempurna.
8. Bersedia dilatih.
Agar bisa sungguh-sungguh memahami bagaimana cara melakukan sesuatu, Anda harus bersedia dilatih dan belajar di bawah pengawasa seseorang. Kita butuh guru dan pendamping untuk membantu orang-orang yang beranjak dari pemula menjadi ahli di bidangnya. Chris John tidak akan pernah menjadi juara dunia tinju kelas bulu kalau tidak mau belajar dan dilatih.
9. Fokus dan tekun.
Untuk menguasai sesuatu kita harus focus pada beberapa konsep utama, terus-menerus mengulanginya, membenamkan diri ke dalam konsep tersebut, dan mengembangkannya. Fokuslah pada target seperti sinar laser dan setia di jalannya agar mencapai tujuan. Saat kita menguasai pekerjaan, kita akan kreatif dan mampu mewujudkan hal-hal besar.
10. Bagikan apa yang telah Anda pelajari dan bimbinglah orang lain.
Mengajarkan hal-hal yang telah Anda ketahui kepada orang lain merupakan cara terbaik mulai menerapkan pengetahuan baru. Proses itu akan memperkuat komitmen Anda untuk menerapkan hal-hal yang Anda ketahui ke dalam tindakan.

Sumber: Inspirasi No. 9

 
Paulus Sang Pewarta Rahmat E-mail

Bayu Probo

Peletak dasar iman Kristen, terus mewartakan Kabar Baik walaupun dirintangi kelemahan fisik. Ia setidaknya mengarungi 9.000 km, tiga kali didera, sekali dirajam, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung di tengah lau (2 Kor. ). Itu semua demi memberitakan rahmat Kristus.

Pertobatan

Seorang pemuda Farisi, yang sedang memperdalam ilmu agama di Yerusalem, siang itu berada di tengaj keributan dan kemarahan. Ia juga marah merasa ada yang menodai agama dan Allahnya. Sewaktu orang-orang memutuskan merajam Stefanus “si penghujat itu,” pemuda itu pun mengalaminya (Kis. – 8:1).

Saulus, nama pemuda itu, ternyata tidak berhenti di situ. Ia meminta surat kuasa dari Imam Besar untuk menyeret orang-orang Yahudi pengikut Kristus di Damaskus, Suriah ke Yerusalem untuk dipenjarakan. Namun, sewaktu mendekati kota itu, tiba-tiba secercah sinar dari langit memancar di sekelilingnya. Ia jatuh ke tanah lalu mendengar suara berkata kepadanya, “Saulus, Saulus! Apa sebabnya engkau menganiaya Aku?” “Siapakah Engkau, Tuan?” Tanya Saulus. Suara itu menjawab, “Akulah Yesus, yang engkau aniaya (Kis. 9:1-5). Itulah awal pertobatan Saulus yang lebih terkenal dengan nama Yunaninya, Paulus. Paulus, rasul besar penulis paling produktif kitab Perjanjian Baru.

Latar Belakang

Sang rasul punya latar belakang unik. Dilahirkan di Tarsus, Turki, kota berbudaya Yunani dan akademis dengan banyak perpustakaan. Orang tuanya orang Yahudi terpelajar dan berwarga negara Roma. Namun, di sisi lain, walau berwarga negara Roma, ia mengaku disunat pada hari kedelapan, keturunan Benyamin, Israel, dan orang Farisi (Flp. 3:5). Perpaduan unik ini muncul dalam tulisan-tulisannya.

Sebagai orang Farisi taat, ia harus menghidupi dirinya dengan tangannya. Oleh karena itu, ia punya pekerjaan sebagai tukang kemah. Profesi yang tidak pernah ia tinggalkan walau sedang memberitakan Injil (Ki. ).

Pelayanan

Sejak kejadian di Damaskus itu, Paulus melayani Allah dengan cara baru. Awalnya is merasa menaati Taurat dengan teliti, akan menyenangkan-Nya. Namun, ia keliru dan bertobat. Ia kini menyatakan “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa denga Dia dalam kematiann-Nya (Flp ). Dan, untuk itulah ia bersemangat mengabarkan kabar Baik ini ke mana pun ia dapat menjangkau. Kitab Kisah Para Rasul menceritakan sepak terjang Paulus ini. Ia menjadi penginjil paling berhasil di jamannya walaupun mengalami kelemahan fisik yang cukup mengganggunya (2 Kor. 12:7-10).

Akhir Hidup

Tidak ada catatan tertulis tentang akhir hidupnya. Kisah Para Rasul 28 seperti terputus. Di situ hanya dikisahkan Paulus dalam tahanan. Menutut tradisi, ia mati dipenggal di Roma pada jaman Kaisar Nero. Namun, kematiannya tidak mematikan benih-benih Injil yang ditabur bertumbuh hingga sekarang.

Inti ajaran Paulus yang menegaskan bahwa keselamatan manusia adalah rahmat Kristus (Rm. ). Ia juga menuliskan inti kekristenan adalah kasih dan ia menjabarkannya dengan sangat indah dalam 1 Korintus 13. seorang yang dahulu dikuasai kebencian kini mengakui, “Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1 Kor ).

Sumber: Duta Bagi Kristus, Intisari No. 71

 

 
Berdamai dengan Masa Lalu E-mail

Welko Henro Marpaung

Masa lalu yang kelam telah menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Keluarga yang broken home, pelecehan seksual di masa kanak-kanak, pola pengasuhan yang salah, kesulitan ekonomi yang akut, ditinggal kekasih, narkoba dan sebagainya. Keadaan ini menjadi bayangan kelam yang mengejar sepanjang perjalanan kehidupan. Situasi ini menjadi beban yang menghambat untuk mencapai kepenuhan potensi diri. Lingkaran setan masa laulu bagaimanapun beratnya haruslah diputuskan. Caranya adalah berdamai dengan masa lalu. Merekonstruksi ulang makna masa lalu dalam kehidupan kita. Kalau dulu masa lalu dimaknai dengan ingatan yang membangkitkan kekesalan dan putus asa di dalam hati, kini masa lalu dimaknai sebagai keadaan yang mengarahkan kita pada rencana ilahi. Bukankah Dia sanggup menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya?

MEMBUKA DIRI UNTUK SEBUAH PROSES

Kesadaran bahwa ada sesuatu yang salah dengan kehidupan berkaitan dengan cara menyikapi masa lalu merupakan sebuah modal untuk melangkah ke jenjang berikutnya dari tangga menuju pemulihan. Trauma seseorang akan masa lalu kerap kali membuat mereka mempertanyakan kemampuannya mengatasi kenangan tersebut. Pertanyaan yang tepat untuk diajukan adalah maukah ia menggumulkan secara sungguh-sungguh proses pemulihan itu.

TITIK BALIK

Titik balik yang saya maksudkan dalam hal ini adalah keadaan yang memberikan energy bagi seseorang untuk berdiri dan secara tegas berkata ini merupakan hal yang salah dan tidak pantas diteruskan. Titik balik ini adalah situasi yang menyadarkan seseorang bahwa ia bukanlah korban dari keadaan, namun keadaan menjadikan ia korban tatkala ia mengizinkan hal tersebut.

Kerapkali orang yang terbelenggu dengan masa lalu digoda untuk mengatakan bahwa dirinya tidak beruntung. Dirinya adalah orang yang paling sial di dunia. Oleh sebab itu penting sekali bagi mereka untuk menemukan momentum titik balik.

Bill Wilson adalah gambaran seorang yang memiliki masa lalu yang kelam. Hidup dalam kemiskinan, orang tuanya bercerai, ibu yang alkoholik, ayah yang sakit-sakitan, bullying oleh teman-teman seusianya. Ia bahkan mengaku tidak pernah merasa dicintai oleh orang tuanya. Keadaan ini menjadikan Bill tidak percaya diri dan selalu menyendiri. Klimaksnya adalah pada usia emp[at belas tahun, ia ditinggal oleh ibunya di sebuah trotoar. Dalam keadaan yang begitu menyedihkan, seorang diaken dari dari sebuah gereja local menghampirinya selama tiga hari melihatnya luntang-lantung. Diaken yang bernama Dave Rudenis itu memberinya makan dan menawarinya untuk mengikuti retreat kaum muda. Dalam salah satu kebaktian, ia mengalami titik balik dalam kehidupannya. Remaja kurus kerempeng dengan gigi menonjol keluar dan rahang yang tampak cacat dan celana yang selalu berlubang itu untuk pertama kalinya mendengar ada Tuhan yang mau mati bagi dia, Pribadi yang mengasihinya. Bill menyatakan bahwa masa depannya tidak akan pernah sama lagi sejak malam itu. Bill kemudian dikenal sebagai pendiri Metro ministries International di Brooklyn New Yerk. Organisasi pelayanan yang menjangkau lebih dari 22.000 anak setiap minggu.

TEKAD

Perjalanan berdamai dengan masa lalu pastilah dipenuhi dengan rintangan, halangan, dan onak duri. Mungkin saja itu adalah intimidasi dalam diri sehingga dorongan untuk tidak memperjuangkan pemulihan menghujam dengan keras. Disinilah diperlukan tekad. Kemauan yang pasti, kebulatan hati. Niat dikombinasikan dengan tekad akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa untuk melangkah terus di tengah hujan intimidasi.

Berdamai dengan masa lalu memerlukan ruang kegagalan. Barangkali kita ingin mundur, ingin pasrah, sambil bernyanyi sendu "takdir memang kejam," menerima keadaan secara negative. Kita harus menyadari bahwa di tengah perjalanan menuju perubahan yang lebih baik rintangan dan halangan akan terjadiu. Kalaupun kita jatuh tersungkur dan kemudian berniat untuk berhenti bahkan lebih parah lagi mundur, tekad memungkinkan kita untuk terus bangkit dan kembali pada track pemulihan.

MENGUBAH PERSPEKTIF

Manusia hanya dapat melihat secara pasti masa lalu dan masa kini. Masa depan adalah proyeksi dari apa yang kita putuskan pada hari ini. Banyak orang yang dibelenggu oleh masa lalu karena memproyeksikan masa depan berdasarkan masa lalu sehingga membuat keputusan yang salah pada masa kini.

Berdamai dengan masa lalu artinya bersedia untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda terkait dengan sebuah peristiwa ataupun rentetan peristiwa yang tidak menyenangkan dalam kehidupan. Saya mengenal seorang teamn yang memiliki masa lalu yang tidak "bersahabat" sehubungan dengan narkoba. Hari ini dia menjadi pemimpin dari sebuah pasnti rehabilitasi korban narkoba. Dulu ia mengutuki kemalangannya. Tapi, perspektif yang benar membawanya menjadi seorang yang sangat efektif dalam mengangkat orang keluar dari lubang narkotika.

Mulai hari ini, melangkahlah dengan kemauan yang besar, kebulatan tekad. Bagaikan kerang yag tetap bertahan waktu merasa kesakitan akibat kemasukan benda asing dalam tubuhnya, pandanglah masa lalu yang menyakitkan pun potensial untuk memproduksi mutiara-mutiara kehidupan yang indah. Dennis Waitley, seorang pembicara, motivator dan penulis terkenal berkata, "Ada dua pilihan utama dalam kehidupan: menerima keadaan sebagaimana adanya atau menerima tanggung jawab untuk mengubahnya." Berdamailah dengan masa lalu dan maknailah masa lalu dengan benar!

Sumber: Inspirasi No. 7

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Page 1 of 8