| SEJARAH ISOM |
|
|
![]() Kami menciptakan program ini dengan satu tujuan utama, yaitu melatih para pekerja Kristus untuk menyambut masa penuaian. Kami percaya bahwa Allah turut bekerja di dalam gereja setempat melalui para hamba Allah yang menjadi motor penggerak Misi.
Ketika saya memasuki seminari beberapa tahun yang lalu, saya belajar di sebuah gereja setempat di Alaska yang telah mengutus lebih dari seribu anggotanya, dalam kelompok-kelompok tertentu untuk merintis dan membangun gereja barn. Saya bertanya pada diri saya sendiri, Bagaimana jika setiap gereja mau mengutus paling sedikit lima puluh anggotanya ?
UTUSAN MISI KE NIGERIA
Dengan bersenjatakan visi serta keberanian dan hikmat yang Tuhan karuniakan, saya dengan Lisa istri saya serta dua orang putri kami yang masih kecil pindah ke Nigeria, Afrika Barat sebagai Utusan Misi. Di tempat itu, kami melayani dengan dua tujuan utama, seperti yang telah ditetapkan di tempat kami sebelumnya. Kedua hal tersebut adalah : 1. Membuat gereja-gereja setempat menjadi Pusat Pelatihan bagi Misi, 2. Membuat gereja-gereja setempat menjadi Pusat Pertumbuhan Gereja. Kami telah membuat sebuah experimen besar di Nigeria dengan menggunakan video-video berbahasa Inggris yang menampilkan beberapa pelayanan Misi yang terkenal. Kami mendaftarkan beberapa siswa dan membantu para hamba Tuhan untuk memulai Pusat Pelatihan Dasar Misi di gereja-gereja setempat. Hal tersebut telah membuahkan hasil yang membanggakan. Selama periode 18 bulan, di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, kami telah mendaftarkan lebih dari 4.000 siswa dan membuka 140 Sekolah Pelatihan. Hal yang paling signifikan adalah kekuatan transformasi Firman Tuhan yang telah menguasai kehidupan para siswa. Walaupun pelajaran yang diberikan hanya melalui video tape, namun transfer yang diberikan oleh para Pendeta senior kepada para peserta pelatihan ini diberkati dan diurapi Tuhan. Beberapa tahun kemudian, kami masih tetap menghasilkan banyak lulusan. Banyak diantara mereka yang pergi dan membangun gereja dan dapat dipakai sepenuh waktu dalam Misi. KURIKULUM INTERNATIONAL Ketika masih berada di Nigeria, hati saya beralih kepada negara-negara lain di dunia. Saya menyadari bahwa jika program ini dapat berhasil di Afrika Barat, maka hal yang sama pun dapat terjadi di Amerika latin, Cina, Rusia, India dan negara-negara lain. Saya juga yakin, bahwa hal ini dapat pula berhasil di Amerika Serikat dan Kanada. Saya kembali ke California untuk membuat Kurikulum Internasional (International Curriculum , sebuah proyek yang kami telah isi suara "sama seperti Pelatihan dari Film Jesus". Dalam kenyataan waktu, Kami dapat memberikan Kurikulum yang ada dalam beberapa bahasa di dunia. Sebuah rekaman video membutuhkan waktu 20 bulan dan memakan biaya produksi sebesar lebih dari Rp. 2.150.000.000,- ( $ 250,000) . Rekaman video yang telah kami buat telah mencapai lebih dari 15 bahasa dengan menggunakan teknologi memotong pinggir ( cutting egde technology ). Saat ini, terdapat lebih dari 25 bahasa dalam rekaman video yang dapat digunakan. Walaupun hal tersebut masih memiliki keterbatasan, Kurikulum Internasional hanya merupakan sebuah alat untuk mengimplementasikan visi kami. Visi tersebut merupakan latihan umum bagi setiap prajurit Kristus untuk menyongsong masa penuaian akhir, sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. PRINSIP DUA BELAS Pada bulan Juli 1997, saya bertemu dengan seorang saudara seiman bernama Larry Stockstill dalam sebuah konferensi di Alaska. Larry telah melayani selama beberapa tahun pada sebuah proyek pengembangan profil doa di World's Unreached People Groups. Rev. Stockstill mengembalakan 6.500 anggota gereja Bethany World Prayer Center di Baton Rogue, Lousiana. Ia ditemukan dari antara kelompok orang-orang percaya di Bogota, Columbia, di sebuah kelompok pengembangan pemuridan yang disebut Prinsip Dua Belas (The Principle of Twelve). Satu dari sejumlah besar kebutuhan dalam mengimplementasikan strategi ini adalah melalui latihan kepemimpinan bagi para pemimpin kelompok sel. Kurikulum Internasional memberikan sarana yang baik dalam beberapa bahasa untuk melengkapi materi ini. Di awal tahun 1988, kami merencanakan untuk membuat beberapa serf rekaman bersama dengan Pendeta Larry Stockstill yang berjudul : "Kelompok Sel dan Prinsip Dua belas". Rekaman ini memiliki format yang sama seperti format Kurikulum Internasional lainnya. Program ini akan diterjemahkan dalam beberapa bahasa di dunia. Pendeta Stokstill berusaha untuk menemukan potensi yang besar dalam menggabungkan pengertian dari Prinsip Dua Belas dengan sarana yang dimiliki oleh Kurikulum Internasional. Hal ini sungguh-sungguh dapat menjadi cara yang sangat efektif dalam usaha untuk menyehatkan pertumbuhan gereja di antara kelompok-kelompok orang yang tidak dapat dijangkau keberadaannya. Good Sheperd Ministries (Utusan Misi Gembala yang baik) telah berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk bekerja sama dengan Bethany World Prayer Center untuk keberhasilan program ini. Sebagai tambahan, kami telah menguatkan para misionari, pendeta dan para pemimpin gereja nasional untuk bekerja sama dengan kami dalam proyek ini. MULTIPLIKASI PERTUMBUHAN Musuh besar Iblis adalah mulitiplikasi pertumbuhan gereja. Pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada pelayanan gereja dalam lima bidang yang telah dikembangkan oleh Tuhan. Kelima hal tersebut adalah : 1) Firman, 2) Pemuridan, 3) Kepemimpinan, 4) Pengurapan dan 5) Membangun gereja. Dasar Alkitabiah dari kelima bidang ini akan diungkapkan pada halaman¬halaman berikut. Kurikulum Internasional akan membantu mengefektifkan multiplikasi pertumbuhan gereja dalam lima bidang tadi. Di lain pihak, jika digabungkan dengan Prinsip Dua Belas, hal ini akan meningkatkan pertumbuhan dari pemuridan. Selain itu, ada pula tujuh penghalang utama Ilmu Misi yang telah dirintis oleh Kurikulum Internasional. Ketujuh hal tersebut akan diungkapkan dalam brosur ini. SEKOLAH MISI INTERNATIONAL ( INTERNATIONAL SCHOOL OF MINISTRY ) Apa yang telah kami buat dengan tujuan untuk menyederhanakan implementasi dari Kurikulum Internasional adalah dengan membaginya ke dalam sebuah Sistem Pelatihan Lima Trimester ( Lima Triwulan ). Tiap¬tiap Trimester akan memakan waktu 12 Minggu. Materi yang diberikan setiap Minggunya memakan waktu 3 jam. Lima Trimester ini memakan waktu keseluruhan selama satu setengah tahun. Struktur ini dibuat berdasarkan pengalaman yang sudah kami lalui serta pengetahuan tentang materi yang terkandung di dalam Kurikulum. Pola Trimester ini juga memberikan arti yang besar bagi pengembangan bidang Misi dan dapat menyeleksi materi-materi mana yang dapat diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Setiap materi pelatihan dalam Kurikulum ini memiliki catatan khusus yang melengkapi pelatihan melalui program penayangan video. Catatan tersebut mengandung penggambaran secara tertulis tentang isi video, topik-topik diskusi kelompok, pekerjaan rumah serta ujian-ujian. Selain itu terdapat pula petunjuk bagi para instruktur serta buku-buku latihan bagi para siswa dengan bagian-bagian/kolom-kolom yang kosong untuk diisi dengan beberapa kata kunci dan istilah-istilah tertentu. Program ini dinamakan Sekolah Misi Internasional ( International School Of Ministries ). Kami akan memberikan Sertifikat setelah Tiga Trimester dan Sertifikat Diploma setelah Lima Trimester. Banyak sekolah dapat dimulai dengan menggunakan program ini. Kami mengundang para pendeta, misionari dan pemimpin gereja nasional dari berbagai negara untuk bekerja sama dengan kami memulai pusat latihan dasar gerejawi. Dengan menggunakan materi yang dimiliki oleh Sekolah Misi Internasional, kami dapat menambah jumlah murid dengan menggabungkan konsep Prinsip Dua belas dengan pelatihan bagi para pemimpin kelompok Sel. Salam dan Doa dalam kasih Kristus - Untuk Kemenangan di masa Penuaian, Rev. Berin Grillian Ketua Good Sheperd Ministries Internasional |










